Puasa, Kejujuran dan Pekerjaan

Ada yang menarik dari headline Harian Fajar beberapa hari ini (dan mungkin  hampir di setiap edisi belakangan meski tidak sebagai headline) yang selalu mengangkat kasus-kasus pidana yang berkaitan dengan pencederaan terhadap kejujuran. Baik tahap penyidikan, penetapan tersangka, persidangan, keterangan saksi, vonis hukuman maupun yang baru berupa dugaan. Bahkan institusi penegak keadilan yang seharusnya menjunjung tinggi kejujuranpun tidak luput dari perangkap permasalahan. Korupsi, suap, calo, hingga perjokian dalam ujian penerimaan mahasiswa barupun pernah menghiasi headline koran.

Bulan ramadhan adalah saat tepat bagi kita semua untuk melakukan instrospeksi diri (muhasabah lin nafs) terutama menyangkut kejujuran, kejujuran pada diri sendiri. Bulan ini setiap muslim diwajibkan menjalankan puasa. Puasa merupakan ibadah hati dan badan. Puasa melatih kejujuran. Betapa tidak, dalam ibadah puasa kita diminta menahan sesuatu yang sebelumnya merupakan salah satu hak yang paling asasi setiap manusia, makan dan minum. Dalam pelaksanaan kegiatan puasa maupun setelahnya tidak ada kegiatan audit, pemeriksaan maupun evaluasi dari pihak luar. Puasa mengajarkan pengendalian diri dari hal-hal yang sebelumnya halal/mubah dan merupakan haknya, agar manusia tidak berlebihan, apatah lagi dari hal-hal yang bukan haknya, tentu lebih wajib untuk menahan diri.

Namun, setelah menjalankan ibadah puasa (atau bisa jadi saat puasa sekalipun) yang berulang setiap tahunnya, mengapa masih banyak orang yang belum mampu untuk menahan diri dari hal-hal yang bukan menjadi haknya? Uang Negara, uang rakyat masih menjadi bagian dari harta yang dimiliki dan dianggap sebagai usaha diri.

Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dengan niat tulus karena Allah, karena puasa mengandung penyucian, pembersihan, dan penjernihan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek dan akhlak tercela (Tafsir Ibnu Katsir, 2008). Dengan puasa kita akan belajar tentang ketulusan hati dan kejujuran dalam menjalankan amanah yang telah dibebankan kepada kita, termasuk mengindari hal-hal yang dapat mencederai amanah tersebut. Termasuk amanah yang harus dilaksanakan dengan baik adalah pekerjaan yang kita mendapatkan upah/gaji karena melaksanakannya dan tidak mengambil apa yang bukan menjadi haknya.

Puasa juga mengajarkan bahwa hendaknya segala pekerjaan dilakukan atas dasar keikhlasan kepada Allah. Karena puasa adalah urusan hamba/manusia dengan Allah. Seseorang bisa saja makan dan minum dengan sembunyi-sembunyi kemudian berlagak seperti orang berpuasa, namun karena keikhlasan ia senantiasa menahan diri baik ada orang lain maupun tidak. Perasaan dan ketulusan seperti inilah yang kita harapkan hadir dalam lubuk hati pemegang amanah negeri ini dan termasuk kita tentunya. Keikhlasan akan mengantarkan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan memiliki integritas.

Puasa mengajarkan agar seorang muslim berbuat dengan efektif, proporsional, tuntas dan disiplin. Efektif yakni dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya, tanpa membiarkan ia berlalu tanpa makna. Hal ini terlihat dari tuntunan Nabi untuk mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, dan mengisi hari-hari dengan perbuatan yang bermanfaat. Meskipun puasa adalah menahan lapar dahaga, namun apa bila waktu berbuka telah tiba maka hendaknya disegerakan, bukan perbuatan terpuji dengan menundanya. Demikian pula menahan makan minum sebelum waktunya (subuh), tidaklah dianjurkan untuk melakukannya.  Ini menunjukan bahwa sikap efektif dan proporsional adalah hal yang diajarkan melalui puasa.

Tuntas. Tidak dikatakan puasa itu sah apabila belum menuntaskan proses menahan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebagai pemegang amanah (pekerjaan, keluarga, jabatan dll), belumlah dikatakan tuntas juka belum melaksanakan tugas dengan baik. Tidak makan/minum sebelum waktunya adalah cerminan sikap disiplin. Bisakah Anda bayangkan jika orang yang berpuasa melakukan korupsi waktu? Sahur terlambat (masuk terlambat) atau buka lebih dahulu sebelum waktunya (bolos), bagaimanakah puasa orang tersebut?

Puasa ini juga bisa menjadi awal untuk memulai merubah diri dari sifat/sikap yang buruk dan akhlak tercela seperti ghibah (menggunjing), dusta, atau jika dalam ranah politik yang lebih luas dikenal black campaign. Black campaign  adalah tercela karena apabila yang disampaikan benar maka itu adalah ghibah (menggunjing), dan apa bila yang disampaikan tidak benar maka itu adalah kedustaan.

Puasa juga menjadi sarana tepat untuk menahan amarah. Saat puasa aliran darah terkendali dengan baik, sehingga hasrat untuk marahpun menjadi surut. Dengan berpuasa, semoga anarkisme semakin berkurang dan menghilang. Amarah yang hendaknya ditahan bukanlah hanya amarah pribadi, namun amarah yang sifatnya sosial dan komunal pun hendaknya dapat berkurang selama Ramadhan ini dan semoga terus berlanjut setelah Ramadhan.

Puasa juga merupakan momen tepat bagi seseorang yang ingin menghentikan kebiasaan merokok. Pada saat-saat seperti ini, situasi, kondisi sangat mendukung sesorang untuk berpeluang lebih besar menghentikan kebiasaan merokok. Siang berpuasa (tentu tidak merokok), orang lain pun tidak merokok, dan ia mampu untuk tidak merokok. Maka dengan tambahan tekad sedikit saja saya yakin ia mampu untuk menghilangkan ketergantungannya pada “tuhan sembilan senti” ini – menurut salah satu puisi Taufiq Ismail.

Puasa merupakan momen yang tepat untuk memulai segala kebaikan, membersihkan diri dari berbagai kebiasaan buruk dan tercela. Saat untuk mengubah diri menjadi pribadi yang disiplin, produktif, dan ikhlas dalam berbuat. (Wiyanto Sudarsono)

Add comment August 3rd, 2012

The PPL Expression

itu adalah sebagian dari unek-unek yang dimiliki oleh pejuang pertanian kita yakni Bapak/Ibu PPL. tulisan di mobil petugas lapang/sales supervisor Sulawesi Selatan.”Adaji Amplot, Malas deh Penyusunan RDKK/Pemupukan” artiny akurang lebih “adakah amplop/envelope (uang saku), malas deh melakukan/mengikuti rapat penyusunan RDKK Pemupukan”.

 

Add comment August 3rd, 2012

Menjemput Permaisuri Hati

Menjemput Permaisuri Hati

assalamu’alaikum diucapkan bagi semua kawan

berbagi salam untuk semua teman yang berada di kejauhan

sekaligus mengharap do’a agar dimudahkan

dimudahkan untuk menjemput bidadari impian

meski kutahu tak akan semudah membalik telapak tangan

tapi kuyakin tak akan sesulit bayangan para pencari alasan yang suka untuk menunda pernikahan yang penuh keberkahan

berbekal kayakinan akan janji Ilahi Rabbi

sebagaiman tersebut dalam Kalam Yang Suci dan Hadits Nabi:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS.An-Nuur:32)

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Alloh menolong mereka, yaiutu seorang mujahid fii sabilillah, seorang hamba sahaya yang menebus dirinya untuk merdeka, dan SEORANG YANG MENIKAH KARENA INGIN MEMELIHARA KEHORMATANNYA: (HR.Ahmad 2:251, Ibnu Majah no.2518, Hakim 2:160, nasai, Tirmidzi)

bismillah kulangkahkan kaki…..

berusaha menjemput bidadari…permaisuri hati…….<3 <3

Add comment December 20th, 2010

BERAPAKAH JUMLAH AYAT DI DALAM AL-QUR’AN?

BERAPAKAH JUMLAH AYAT DI DALAM AL-QUR’AN?


Muqoddimah

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr [15]: 9). (more…)

3 comments November 13th, 2010

Mengatasi Masalah Adalah Seni Kehidupan

“Seni kehidupan adalah mengatasi masalah ketika ia muncul, bukannya menghancurkan semangat dengan mencemaskan hal-hal yang terlalu jauh ke depan”. (Marcus Tullius CICERO dalam Imperium karya Robert Harris)

Add comment November 13th, 2010

Tikus Jatuh Cinta pada Unta

Tikus Jatuh Cinta pada Unta

Seekor Tikus dan seekor Unta saling berpandangan. Pandangan pertama itu membenamkan cinta keduanya. Dengan deretan gigi runcingnya, si Tikus meraih mesra tali kekang si Unta, (more…)

Add comment November 13th, 2010

Aku, Temanku dan Roman Sitti Nurbaya

Aku, Temanku dan Roman Sitti Nurbaya

(Diskusi tentang Jarum Jam)

Sekitar tiga pekan lalu saya dan salah seorang teman berdiskusi tentang salah satu dialog dalam roman Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, berikut kutipan dialognya:

“O, ya Sam. Tadi aku diberi hitungan oleh Nyonya Van der Stier, tentang perjalanan jarum pendek dan jarum panjang, pada suatu jam. Dua tiga kali kucari hitungan itu, sampai pusing kepalaku rasanya, tak dapat juga. Bagaimanakah jalannya hitungan yang sedemikian?” (more…)

2 comments October 29th, 2010

Kompetensi untuk Masuk ke PT Petrokimia Gresik

Kompetensi yang harus dimiliki bagi calon karyawan pemasaran (S-1 Agribbisnis) PT Petrokimia Gresik meliputi penguasaan dalam bidang/mata kuliah Ekonomi Umum, Sosiologi Umum, Usahatani, Komunikasi Dasar, Metode Kuantitatif Bisnis, Manajemen Pemasaran, Tataniaga Produk Pertanian, Bahasa Inggris (like TOEFL test), dan Matematika Dasar. semua sudah ada di mata kuliah Mayor Agribisnis-IPB. jika mengikuti kuliah dengan serius tak perlu mengulang mepelajari dalam persiapan test. insyaAlloh dapat menyelesaikan test dengan baik. sudah terbukti!!!

1 comment October 26th, 2010

Ketekunan

Ketekunanlah dan bukan kejeniusan yang mengantarkan manusia ke puncak. Roma penuh dengan orang jenius yang tak dikenal. Hanya ketekunan yang memungkinkan kita maju di dunia ini” (Marcus Tullius CICERO dalam Imperium karya Robert Harris)

Add comment October 12th, 2010

Tuhan Sembilan Centi

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok

Di sawah petani merokok
(more…)

Add comment October 12th, 2010

Previous Posts


Archives